Jakarta, 13 Januari 2026
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) hari ini melaksanakan audiensi resmi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Bapak Ahmad Muzani, dalam rangka menyampaikan ikhtiar strategis penguatan peran perempuan Indonesia sebagai pilar ketahanan keluarga dan peradaban bangsa.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa organisasi yang berdiri sejak tahun 1928 ini tidak hanya menjaga warisan sejarah para Ibu Bangsa, tetapi kini tengah membangun sistem kerja perempuan Indonesia yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan tantangan kebangsaan masa kini dan masa depan.
KOWANI saat ini memasuki fase 1000 Hari Menuju 100 Tahun KOWANI (1928–2028) sebagai masa penguncian sistem kerja perempuan Indonesia menuju Abad Kedua KOWANI. Strategi nasional KOWANI diarahkan pada penguatan 1000 profesi strategis perempuan, 1000 sertifikasi kompetensi, penguatan jejaring 1000 organisasi dan komunitas perempuan lintas sektor dan lintas generasi, serta penyelesaian persoalan nyata bangsa yang bermula dari keluarga sebagai garda terdepan peradaban.
Dalam audiensi tersebut, KOWANI juga menyampaikan rencana Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dan Pemberian Penghargaan kepada Perempuan Indonesia (KOWANI AWARDS I) sebagai momentum kebangsaan. Kartini 2026 diposisikan bukan sebagai seremoni, melainkan sebagai penguncian sistem kerja perempuan Indonesia yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi penyiapan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sejalan dengan arahan Ketua MPR RI, KOWANI meneguhkan Narasi Resmi KOWANI tentang Penguatan Perempuan melalui Transformasi Digital untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga dan Ketahanan Nasional. Transformasi digital dinilai telah membuka ruang baru bagi perempuan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian ekonomi, bahkan tanpa melalui jalur pendidikan formal. Dengan memanfaatkan perangkat sederhana seperti telepon genggam dan platform digital berbasis video, perempuan dapat belajar, memproduksi, memasarkan, dan menjual hasil karyanya secara mandiri.
KOWANI menilai bahwa transformasi digital perempuan merupakan instrumen strategis ketahanan nasional. Perempuan yang produktif secara ekonomi akan memperkuat keluarga, menjaga stabilitas sosial, dan menjadi pilar pembangunan bangsa. Penguatan ekonomi perempuan difokuskan pada sektor-sektor berdaya tahan tinggi dan berkelanjutan, seperti kuliner, fashion, dan pariwisata, yang menempatkan perempuan sebagai produsen, pelaku usaha, pemasar, dan inovator ekonomi berbasis keluarga dan komunitas.
Audiensi ini terlaksana dengan dukungan dan fasilitasi Ketua Umum FORHATI, Jamilah Abdul Gani, yang mendorong sinergi lintas organisasi perempuan dalam kerangka kebangsaan dan konstitusional, serta memperkuat konsolidasi gerakan perempuan Indonesia. Selain agenda nasional, KOWANI juga menyampaikan langkah strategis di tingkat global. Ke depan, KOWANI berencana menyelenggarakan Indonesia Women Summit melalui kolaborasi dengan United Nations Resident Coordinator (UN RC) di Indonesia. Pada tahun ini, KOWANI mengemban amanah sebagai Presiden Asian Confederation of Women’s Organizations (ACWO), dan pada tahun 2028 Indonesia melalui KOWANI akan menjadi tuan rumah International Council of Women (ICW), bertepatan dengan peringatan 100 Tahun KOWANI.
Melalui audiensi ini, KOWANI berharap arahan dan dukungan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dapat menjadi kompas kebangsaan bagi gerakan perempuan Indonesia agar bergerak selaras dengan nilai Pancasila, konstitusi, dan visi Indonesia Emas 2045.
Tentang KOWANI
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) adalah federasi organisasi perempuan tertua di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1928, berperan sebagai Rumah Besar Perempuan Indonesia dalam penguatan peran perempuan, ketahanan keluarga, dan pembangunan peradaban bangsa.
Kontak Media:
Sekretariat Kongres Wanita Indonesia (KOWANI)
Jl. Imam Bonjol No. 58, Jakarta Pusat
Email: kowani1928@gmail.com










