JAKARTA — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan menuju Indonesia Emas 2045 melalui penyelenggaraan talkshow bertema “Perempuan Cerdas Bersatu, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045” di kantor pusat Kowani, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).
Ketua Panitia, Dr. Rosaline I. Rumaseuw, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara yang menghadirkan para tokoh perempuan nasional.
“Acara hari ini berjalan dengan lancar. Saya juga senang bisa menghadirkan narasumber hebat seperti Wakil Ketua MPR Ibu Lestari Moerdijat dan Ketua Komnas HAM Ibu Anis Hidayah,” ujarnya usai kegiatan.
Menurutnya, momentum ini menjadi ruang penting bagi perempuan Indonesia untuk memperkuat peran strategis mereka dalam pembangunan nasional. “Acara ini menjadi landasan bagi Kowani untuk bergerak bagi semua perempuan hebat yang ada di Indonesia,” tegas Rosaline.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber menyoroti pentingnya peran perempuan bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai agen perubahan dan pengambil keputusan yang berpengaruh terhadap kebijakan publik.
“Perempuan cerdas adalah perempuan yang terus belajar, saling menguatkan, bersatu, berdaya, serta aktif berkontribusi di ruang publik,” kata Rosaline.
Ia menambahkan, perjuangan perempuan dalam politik tidak harus diwujudkan dengan menjadi politisi, namun dapat dilakukan dengan menyuarakan kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa di berbagai bidang. “Tidak ada jalan pintas menuju Indonesia Emas 2045. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang berpikir kritis dan aktif berpartisipasi di bidang pendidikan, kesehatan, politik, sains, dan teknologi,” jelasnya.
Kowani juga menegaskan pentingnya kesetaraan gender sebagai prasyarat pembangunan berkelanjutan. Pengakuan dan penghormatan terhadap hak perempuan tanpa diskriminasi menjadi kunci kemajuan bangsa.
Sementara itu, Ketua Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, SH, mendorong agar partisipasi politik perempuan semakin luas, inklusif, dan berkualitas. “Kolaborasi dan sinergi lintas organisasi serta generasi sangat penting untuk memperkuat perjuangan kepentingan perempuan dan bangsa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari lingkup terkecil, seperti keluarga dan komunitas, sebelum berkembang menjadi kekuatan nasional.
“Perubahan dimulai dari hal kecil di rumah, komunitas, dan lingkungan sekitar, yang akan tumbuh menjadi kekuatan besar bagi kemajuan Indonesia,” pungkas Nannie.
Sumber Berita : https://mediakaltim.com/




