Jakarta (ANTARA) – Nannie Hadi Tjahjanto, istri mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto terpilih menjadi Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2024-2029.
Terpilihnya Nannie tersebut bersamaan dengan kongres yang diadakan di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).
Nannie, yang dikenal sebagai tokoh perempuan inspiratif dengan rekam jejak panjang dalam mendukung pemberdayaan perempuan, mengungkapkan rasa syukur dan komitmennya dalam pidato usai terpilih.
“Amanah ini adalah tanggung jawab besar, tetapi saya yakin kita dapat menjalankan karena komitmen bersama ingin membawa Kowani, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bersama kita bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan perempuan sebagai pilar utama pembangunan bangsa,” kata dia dalam keterangan yang di Jakarta, Kamis.
Adapun, agenda kongres berlangsung cukup padat sehingga proses pemilihan hingga perhitungan suara berlangsung sampai hampir dini hari.
Pemilihan itu menjadi momentum penting bagi Kowani dalam menghadapi tantangan global dan lokal.
Lebih lanjut, Nannie juga mengapresiasi kepada semua calon kandidat ketua umum dan beberapa tokoh perempuan yang telah mendukungnya menjadi salah satu calon Ketua Umum Kowani, salah satunya Dewi Motik.
“Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua calon kandidat dan beberapa tokoh perempuan yang telah mendukungnya menjadi salah satu calon Ketua Umum Kowani,” kata dia.
Dewi Motik, tokoh perempuan yang hadir dalam kongres tersebut mengatakan Kowani akan semakin berperan dalam memajukan perempuan Indonesia dengan visi kepemimpinannya.
“Ibu Nannie diproyeksikan mampu membawa organisasi yang telah berdiri sejak 1928 ini relevan dan progresif di era modern,” ucapnya.
Dukungan terhadap Nannie juga mengalir dari berbagai pihak. Para anggota menyampaikan keyakinan di bawah kepemimpinan Nannie, Kowani akan makin solid dalam mewujudkan visi pemberdayaan perempuan yang inklusif dan berdaya saing.
Salah satu prioritas yang diungkapkan Nannie ialah penguatan pendidikan perempuan, pengembangan kewirausahaan perempuan serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung kesetaraan gender.
Sumber Berita : https://www.antaranews.com





