JAKARTA, KOMPAS.TV – Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Sumatera dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 sekaligus menyongsong 100 Tahun Kongres Perempoean Indonesia (1928–2028).
Aksi kemanusiaan yang bertujuan membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini bertajuk KOWANI Peduli Sumatera.
Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan, peringatan Hari Ibu harus dimaknai sebagai momentum aksi nyata.
“Hari Ibu bukanlah seremoni tahunan. Ini adalah panggilan untuk hadir, merawat, dan bergerak bersama masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima kompastv dari KOWANI, Selasa (23/12/2025).
Bantuan sebanyak 7,5 ton diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Senin (22/12/2025), dengan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.
Bantuan yang dikirimkan berupa makanan siap saji dan gizi anak, obat-obatan dan vitamin, perlengkapan ibu dan bayi, selimut serta kebutuhan lansia, serta perlengkapan kebersihan.
Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KOWANI, didampingi Dewan Pertimbangan KOWANI Dewi Motik Pramono, serta dihadiri para Ketua Umum organisasi perempuan anggota KOWANI, tokoh perempuan nasional, dan perwakilan TNI AU.
Adapun distribusi bantuan dilakukan melalui Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) setempat.
Di Aceh, bantuan diterima langsung oleh Bunda Indah, tokoh perempuan lokal dan penggerak kemanusiaan.
Sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, pendistribusian dikoordinasikan oleh BKOW dan GOW melalui posko-posko perempuan.
“KOWANI percaya kekuatan perempuan Indonesia terletak pada jejaring akar rumput yang kokoh. BKOW dan GOW adalah garda terdepan yang memastikan bantuan sampai tepat sasaran,” ujar Nannie.
Menurut keterangan tertulisnya, program bantuan KOWANI Peduli Sumatera dirancang berkelanjutan hingga Februari 2026 dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan WHO, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Sosial, serta organisasi perempuan daerah.
“Hari Ibu adalah momentum pengabdian. Ketika perempuan Indonesia sehat, berdaya, dan bersatu, bangsa ini akan melangkah lebih kuat ke masa depan,” pungkas Nannie.
Sumber Berita : https://www.kompas.tv





